07 Juli 2026

Artikel 1: MENANGIS DI TENGAH HUJAN

 



Ada orang yang memilih menangis di tengah hujan.

Bukan karena hujan mampu menghapus luka, tetapi karena hujan tidak pernah bertanya mengapa matanya basah. Di bawah langit yang sama-sama menangis, seseorang tidak perlu sibuk menyembunyikan rapuhnya.

Lucu memang. Di dunia yang begitu ramai, justru hujan sering kali menjadi satu-satunya teman yang tidak menghakimi. Ia turun tanpa meminta cerita, lalu pergi tanpa membawa gosip.

Kita hidup di zaman ketika semua orang ingin terlihat kuat. Media sosial dipenuhi senyum, pencapaian, dan kata-kata penyemangat. Padahal, di balik layar itu, banyak hati yang sedang kelelahan. Banyak jiwa yang diam-diam kehilangan arah. Banyak tawa yang lahir bukan dari bahagia, melainkan dari kebiasaan menyembunyikan luka.

Maka, ketika hujan datang, sebagian orang menemukan ruang untuk jujur.

Jujur bahwa mereka lelah.

Jujur bahwa mereka kecewa.

Jujur bahwa ada doa-doa yang tak kunjung menemukan jawabannya.

Dan tidak apa-apa.

Menangis bukan tanda bahwa kita lemah. Justru air mata adalah bukti bahwa hati kita masih hidup, masih mampu merasa, masih belum berubah menjadi batu.

Yang berbahaya bukanlah tangisan. Yang berbahaya adalah ketika seseorang terlalu lama memaksa dirinya terlihat baik-baik saja, hingga lupa bagaimana cara meminta pertolongan, bahkan kepada Tuhan.

Aku percaya, Tuhan menciptakan hujan bukan sekadar untuk menyuburkan bumi. Hujan juga mengajarkan bahwa langit pun pernah menumpahkan isinya. Bahwa sesuatu yang dipendam terlalu lama, pada akhirnya memang harus jatuh.

Mungkin hari ini kita masih menangis di tengah hujan. Mungkin besok pun masih sama. Namun selama hati ini masih percaya kepada-Nya, selalu ada harapan bahwa setelah hujan reda, akan ada langit yang lebih lapang untuk memulai lagi.

Karena sesungguhnya, yang paling menyakitkan bukanlah menangis di tengah hujan.

Melainkan ketika seseorang sudah tidak lagi mampu menangis, padahal di dalam dirinya sedang terjadi badai yang tak seorang pun melihatnya.

Febri Abas

______________________

RUANG RENUNG

"Jika tulisan ini menemukanmu di saat sulit, percayalah bahwa kamu tidak sendirian"

"SUNYI"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar