Tuhan Pun Bertanya
Tuhan Pun Bertanya
"Apakah engkau tidak berpikir?"
Pertanyaan itu terus mengusikku.
Bukan karena aku tidak mengetahui dari mana kalimat itu berasal, tetapi karena aku justru bertanya kepada diriku sendiri.
Bukankah Tuhan Mahatahu?
Bukankah Dia mengetahui apa yang ada di dalam dada setiap manusia, bahkan sebelum manusia itu mengucapkannya?
Lalu mengapa Tuhan bertanya?
Apakah Tuhan sedang mencari jawaban?
Ataukah sesungguhnya pertanyaan itu bukan untuk memenuhi pengetahuan-Nya, melainkan untuk membangunkan kesadaran kita?
Di situlah pikiranku mulai berjalan.
Aku mulai menyadari bahwa sepanjang hidup, kita terlalu sering meminta jawaban, tetapi jarang menghargai sebuah pertanyaan. Padahal, hampir setiap perubahan besar dalam peradaban manusia selalu diawali oleh keberanian untuk bertanya.
Seorang anak bertanya karena ingin memahami dunia.
Seorang ilmuwan bertanya karena ingin menemukan hukum-hukum alam.
Seorang filsuf bertanya karena ingin memahami makna keberadaan.
Dan seorang mukmin bertanya bukan untuk meragukan Tuhannya, melainkan untuk semakin mengenal-Nya.
Mungkin karena itulah Al-Qur'an tidak hanya dipenuhi perintah dan larangan. Di banyak tempat, Tuhan justru mengajukan pertanyaan.
"Apakah mereka tidak berpikir?"
"Apakah mereka tidak menggunakan akalnya?"
"Tidakkah mereka memperhatikan?"
Aku tidak melihat pertanyaan-pertanyaan itu sebagai bentuk Tuhan yang membutuhkan jawaban. Bagiku, itu adalah cara Tuhan mendidik manusia. Sebab jawaban yang lahir dari kesadaran sendiri akan tinggal lebih lama daripada jawaban yang sekadar dipinjam dari orang lain.
Barangkali, iman yang matang bukanlah iman yang takut bertanya, melainkan iman yang cukup rendah hati untuk terus mencari, tanpa tergesa-gesa mengaku telah memahami segalanya.
Mungkin itulah sebabnya aku menyukai perjalanan.
Bukan semata-mata karena gunungnya.
Bukan pula karena pemandangannya.
Tetapi karena di tempat-tempat yang sunyi, pertanyaan-pertanyaan yang selama ini tenggelam oleh hiruk-pikuk kehidupan kembali terdengar.
Dan setiap kali berdiri di puncak, aku merasa tidak sedang mendaki gunung.
Aku sedang mendaki pertanyaan.
_FAs_
==========================
Ruang Renung:
"Barangkali, Tuhan tidak selalu mengajar manusia dengan jawaban. Kadang, Dia mengajar manusia dengan pertanyaan."



Komentar
Posting Komentar